Tips dan Trik

[tips and trick][bsummary]

Hiburan

[hiburan][twocolumns]

Mengenal Siput Mata Bulan Hewan Unik yang Punya Batu Akik

Siput mata bulan (Turbo chrysostomus) atau yang biasa disebut masyarakat Lombok sisok matan terata dan kalau di Wabula Sulawesi Tenggara disebut suput mata wula merupakan salah satu jenis siput laut yang sudah lama dijadikan sumber protein bagi masyarakat pesisir. Umumnya kerang-kerangan mengandung nutrisi yaitu lebih dari 50% protein, 5% lemak dan 5% kadar abu. Selain dagingnya, cangkangnya pun banyak dimanfaatkan untuk perhiasan, pembuatan kancing baju, dan berbagai bentuk kerajinan lainnya. Turbo chrysostomus ini juga diketahui memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi  dan peluang pasar yang cukup tinggi serta berpotensi untuk dibudidayakan terutama di perairan Indonesia Timur. Dikutip dari Kompas bahwa di pasaran Maluku, harga cangkang siput mata bulan bervariasi antara Rp 250.000 hingga Rp 400.000 per kg. Sedangkan harga sekilo cangkang siput lola berkisar Rp 45.000 hingga Rp 80.000. “Harganya sangat mahal makanya sering diburu masyarakat secara liar. Samakin bagus cangkangnya semakin mahal harganya di pasaran,” katanya.

Morfologi Siput Mata Bulan
Siput mata bulan memiliki ciri khas unik tersendiri yang berbeda dengan siput lainnya yaitu siput ini memiliki kepingan yang jika diperhatikan menyerupai batu akik loh hehehe !! Kepingan tersebut terletak pada pertengahan bibir cangkang dan menutupi organ lunak hewan ini. Kepingan tersebut berbentuk bulat agak lonjong  dan memiliki corak hitam seperti mata.
Siput mata bulan ini memiliki alat kelamin terpisah dan menunjukan sifat seksual dimorfisme artinya jenis kelamin jantan dan betina dapat dibedakan secara morfologi yaitu dengan melihat alat genitalnya yang sembunyi di bagian dalam organ. Untuk melihat saluran genital tersebut caranya yaitu dengan mengangkat siput kemudian disiram menggunakan air laut hingga organ lunaknya keluar. Bentuk organ jantan seperti pipa berwarna jingga muda dengan panjang sekitar 3,0-5,0 mm  sedangkan pada organ betina bentuknya melebar seperti biji kacang yang berukuran 15-20 mm. Adapun fertilisasi terjadi secara eksternal. Habitat Turbo chrysostomus ini yaitu banyak ditemukan di perairan dangkal yang berbatu dan berkarang serta tersebar di daerah yang beriklim tropis, sedang dan hangat.  Selain itu, siput mata bulan ini biasanya hidup di daerah pasang surut dan sublitoral dangkal serta dapat ditemukan pada sela-sela karang. Adapun kriteria lingkungan tempat berkembangnya siput mata bulan adalah  topografi yang beragam dan kaya akan mikroalga yang tumbuh pada substrat batu karang, kemiringan pantai yang tidak terlalu curam dengan kedalaman kurang dari 20 meter serta  pergerakan air pada arus yang kuat, tanpa adanya  aliran sungai besar dan polusi.

Budidaya Siput Mata Bulan
Kegiatan budidaya T. chrysostomus baru dikembangkan sehingga masih banyak teknik budidaya yang perlu dikaji dan dipelajari secara lebih mendalam lagi terutama kegiatan pembenihannya. Rata-rata untuk semua biota budidaya memiliki permasalahan pada rendahnya tingkat keberlangsungan hidup larva yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Salah satu faktornya yaitu penanganan induk yang salah,  perbaikan  kualitas air yang buruk, dan media pemeliharaan larva yang masih rendah.

Penulis bernama lengkap Aris Sando Hamzah, S.Pi lahir di Ambon pada tahun 1994. Saat ini penulis berdomisili di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Indonesia.

No comments:

Post a Comment

komputer

[komputer][bigposts]

Ispiratif

[inspirasi][bsummary]

IT

[IT][twocolumns]