Tips dan Trik

[tips and trick][bsummary]

Hiburan

[hiburan][twocolumns]

Belajar Organisasi Dari Sholat

 
Sholat bagi orang muslim merupakan ibadah terpenting dan menjadi dasar atau fondasi keimanan seorang muslim. Sholat sendiri masuk dalam rukun islam sehingga ketika orang tidak sholat maka kadar keislamannya patut diragukan. Selain menjadi dasar agama, sholat dapat menjadi sebuah pelajaran dalam kehidupan khususnya kehidupan berorganisasi, antara lain:

1. Disiplin dan Mampu Manajemen Waktu
Sholat mengajarkan kita untuk disiplin dan selalu menghargai waktu. Sehingga ketika kita bisa menjaga sholat kita maka otomatis kita sudah terlatih menjadi pribadi yang disiplin. Selain itu sholat pula melatih kita dalam memanajemen waktu, dalam hal ini kitalah yang harus menguasai waktu bukanlah waktu yang menguasai kita. Manajemen waktu disini yaitu kita harus mampu membagi waktu dunia dan akhirat, antara kebutuhan jasmani dan ruhani. Karena seorang muslim tak hanya mengejar hanya dunia saja atau akhirat saja namun seorang muslim sejatinya harus mampu mengimbangi antar dunia dan akhirat. Ibadah merupakan bekal kita dalam kehidupan akhirat yang abadi namun kita tak bisa melupakan kebutuhan duniawi karena tanpa memenuhi kebutuhan duniawi niscaya kebutuhan ruhani pula dapat terabaikan. Hal ini telah termaktub dalam firman Allah pada surah Al-Qashas: 77:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Q.S. al-Qashas:77)
Dalam berorganisasi kedisiplinan merupakan kunci terpenting yang terlihat mudah namun sulit diaplikasikan dan terkadang kita sering mengabaikannya. Misalnya saja waktu rapat yang selalu molor, walau terlihat enteng namun dampaknya sangat besar antara lain:
  • Memicu Kemalasan Peserta Lainnya. Hal ini sangat berbahaya karena jika hal ini tidak diantisipasi maka setiap pertemuan rapat pasti akan terus ada yang molor waktu.
  • Jika ada yang terlambat maka sudah pasti proses rapat akan terganggu sehingga pembahasan kurang optimal.
  • Kurang tersebarnya informasi mengingat kehadiran peserta yang tidak menentu.
Selain mengajarkan kita untuk disiplin, sholat juga melatih kita dalam memanajemen waktu. Sebenarnya ini juga menjadi masalah utama bagi kader organisasi khususnya dalam lingkup mahasiswa. Demi kepentingan organisasi misalnya kuliah jadi terabaikan atau ada pula yang lebih mementingkan akademiknya saja tanpa berorganisasi. Sedangkan jika dipikir, akademik itu diumpamakan sebagai bekal untuk keilmuan kita sedangkan berorganisasi bisa dikatakan sebagai bentuk dari realisasi ataupun aktualisasi ilmu kita yang diperoleh dalam bangku kuliah pada kehidupan sosial khususnya. Sehingga jika kita mampu menyatu padukan keduanya, insyaallah kita dapat menjadi pribadi yang berkualitas.

2. Tertib
Tertib yang dimaksud yaitu sesuai aturan dan teratur yang dimana pada saat berwudhu hingga akhir sholat kita dilatih untuk tertib. Dalam berwudhu maupun sholat kita selalu mendahului apa yang mesti didahului dengan teratur apabila kita mendahului apa yang tidak semestinya maka dipastikan bahwa sholat kita tidaklah sah. Begitu pula dengan kehidupan berorganisasi, kita dituntut untu tertib baik dalam administrasi, dalam perencanaan, dalam pelaksanaan kegiatan dan lain sebagainya demi tercapainya sebuah tujuan. 

3. Imam dan Makmum
Imam dan makmum disini tidak bisa kita lewatkan karena merupakan bagian pembahasan terpenting dalam artikel ini. Imam dalam sholat dapat kita umpamakan sebagai pemimpin atau ketua organisasi, yang dimana fungsi imam disini sebagai pengayom maupun pemandu berjalannya sholat dan tanpa adanya imam mustahil pelaksanaan sholat berjalan dengan baik. Berbeda dengan bos, imam sebagai pengayom dan bukan pesuruh jadi dapat kita katakan seorang pemimpin disini bukan hanya bisa menyuruh namun bisa menjadi seorang guru yang dapat membimbing anggotannya dan kepemimpinan seperti ini dikenal sebagai kepemimpinan paternalistik. Imam disini memiliki tanggung jawab yang besar dalam proses berjalannya sholat sehingga dalam organisasi pemimpin harus menjadi figur yang visioner dan dituntut untuk menahkodai organisasinya dalam pencapaian tujuan yang diinginkan. Namun sebagai manusia biasa pemimpin juga pastilah memiliki kesalahan sehingga dalam sholat apabila imam keliru dalam membaca ayat maka makmum wajib untuk membenarkan bacaan tersebut. Hal ini menarik dan perlu dicontoh, karena dalam kehidupan masyarakat umumnya kita hanya kritis namun jarang memberikan solusi demi kemajuan instansi kita. Abu Bakar As-Siddiq dalam pidatonya ketika terpilih menjadi khilafah pernah berkata bahwa:
Amma ba’du, wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah diangkat sebagai pemimpin kalian meski aku bukan yang terbaik di antara kalian. Jika aku berbuat baik, dukunglah saya. Sebaliknya jika aku berbuat salah, luruskanlah saya.
Dari pidato beliau kita dapat menyimpulkan bahwa pemimpin itu tidak mutlak benar namun apabila ia salah maka anggota wajib untuk menasihatinya demi tercapannya organisasi yang berintegritas. Anggota juga jangan hanya tau mengkritik namun harus memberikan solusi pula karena sebuah perubahan bukan hanya ditentukan oleh segelintir orang namun kalau bisa harus semuanya. Dalam sholat adapula makmum yang menjadi syarat mutlak dari sholat berjamaah. Makmum disini terdiri dari satu hingga banyak orang dan makmum disini diwajibkan harus mengikuti bacaan maupun gerakan imam.

Imam dan makmum merupakan hal yang perlu kita contoh dalam kehidupan berorganisasi kita. Yang menarik disini bahwa walaupun imam hanya seorang yang tidak memiliki jabatan dalam kehidupan duniawi dan makmumnya merupakan pejabat tinggi namun makmum harus mengikuti imam dalam sholat. Pernah saya menonton tayangan sholat idul fitri di televisi yang diikuti oleh presiden dan para pejabat negara yang dimana para petinggi negara tersebut menjadi makmum dan berposisi dibelakang imam. Hal yang harus kita renungkan dalam sholat yaitu kita bersujud sama rendahnya dan berdiri sama tingginya yang berarti kedudukan kita semua sama antar manusia dimata Allah kecuali kadar keimanan dan ketaqwaan kita. Kalau menurut saya pribadi bahwa:
Cintailah dan puja pemimpinmu apa adanya karena ketika terlalu berlebihan maka sama halnya kita mengikuti kebudayaan komunis ataupun kebudayaan politeis (musyrik) yang terlalu menjunjung ciptaannya dibanding sang pencipta.
Islam pula mengajarkan kita sebagai pribadi yang rendah diri karena menurut kaum tassawuf bahwa kedudukan kehidupan duniawi hanya menjadi kulit dari kehidupan akhirat yang hakiki. Jadi ketika kita diberi amanah ataupun kedudukan maka janganlah kita sombong karena Nabi Sulaiman AS, Nabi Yusuf AS, dan Rasulullah SAW diberi amanah dan menjadi pemimpin umat langsung dari Allah SWT namun walau demikian mereka menjadi insan yang rendah diri dan patut kita contohi dalam kehidupan kita.

4. Obat Hati dan Jiwa
Sholat merupakan obat hati dan obat jiwa andai kita tak sholat maka ketika kita diberi kedudukan tak akan ada rasa kebahagiaan dan kesyukuran kita malahan kita hanya menjadi pribadi materialistis dan menjadi pemimpin yang dzolim sehingga hal ini sangat dilaknat Allah. Selain menarik hikmah duniawi dari sholat mestinya kita juga harus sholat agar lebih memaknai arti sholat dalam kehidupan kita. Sholat pula memberikan ketenangan bagi kita, sehingga hal ini memberikan dampak positif dalam organisasi yaitu dalam pengambilan keputusan kita tidak mesti tergesa-gesa karena ada yang katakan bahwa tergesa-gesa merupakan cara syaiton dan hal tersebut pula tak akan menghasilkan output yang baik.

Mungkin hanya ini yang dapat saya berikan dari hasil taffakur saya setiap malam dalam sebuah kamar yang gelap namun saya selalu mencari sebuah cahaya dari akal dan hati yang Allah berikan kepada saya. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi kita semua terkhusus bagi saya pribadi dalam menjalankan amanah organisasi yang harus saya jalankan.

Penulis bernama lengkap Aris Sando Hamzah, S.Pi lahir di Ambon pada tahun 1994. Saat ini penulis berdomisili di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Indonesia.

No comments:

Post a Comment

komputer

[komputer][bigposts]

Ispiratif

[inspirasi][bsummary]

IT

[IT][twocolumns]