Tips dan Trik

[tips and trick][bsummary]

Hiburan

[hiburan][twocolumns]

Penyu Hewan Lucu yang Perlu DiLindungi


Penyu merupakan salah satu hewan yang lucu dan memiliki cangkang yang keras. Cangkang tersebut digunakan untuk melindungi diri mereka dari serangan predator. Penyu dapat hidup pada 2 alam yang berbeda yaitu di Laut maupun di Darat. Pada saat ingin bertelur, penyu akan naik kedarat dan mengubur telur mereka pada pasir pantai, anak penyu yang sudah menetas kemudian akan pergi ke laut dan hidup seperti induk mereka. Dilansir dari Wikipedia.com penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2-8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut. Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.
Apa Penyu sama dengan Kura-Kura??
Penyu dan kura-kura ternyata hanya serupa tapi sebenarnya mereka berbeda, mungkin mereka sepupu hehehe… Perbedaan yang dapat kita amati dengan mudah, yaitu kura-kura dapat memasukkan kepalanya ke dalam tempurung ketika kondisi terancam, sedangkan penyu tidak dapat melakukannya. Makanan mereka juga berbeda. Kura-kura biasanya memakan tumbuh-tumbuhan, sedangkan penyu biasanya memakan ikan-ikan kecil atau ubur-ubur di laut, Ukuran tubuh kura-kura tidak terlalu besar. Kura-kura raksasa hanya berdiameter 130 cm dengan berat 300 kg, sementara penyu ukuran tubuhnya bisa mencapai dua meter dengan berat 900 kg (Sains.me). Selain itu berdasarkan taxonominya penyu masuk kedalam keluarga Dermochelyidae dengan jenis-jenis spesies yaitu Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus) dan Penyu tempayan (Caretta caretta).
Kenapa Perlu Dikonservasi/ Dilindungi??
Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.
Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi Sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali, penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap, disantap, tergusur dari pantai, telurnyapun diambil. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi.
Ayo Kita Lindungi Penyu !!!
Karena populasi penyu sekarang mulai berkurang maka kita wajib melindungi mereka. Kita sebagai manusia yang menjadi khalifah di muka bumi wajib menjaga bumi dari kerusakan, bukan hanya penyu saja tapi semua organisme maupun tumbuhan yang ada di bumi ini. Caranya mudah kok, kita hanya perlu menjaga kelestarian lingkungan agar hewan seperti penyu dapat hidup dengan baik, biasanya sih cangkang penyu dijadikan perhiasan jadi kita tidak boleh membeli perhiasan tersebut yah :p karena dulu waktu pelajaran ekonomi di SMP, semakin banyak permintaan konsumen akan produk tersebut maka semakin banyak pula produk yang akan dihasilkan dengan harga yang murah :’( jadi kasihan yah nasib si penyu. Selain itu kita tidak boleh menangkap mereka, atau jika ada pihak yang menangkap mereka kita harus melaporkannya :p.
Cara yang paling simpel yang biasanya kami lakukan yaitu jalan-jalan di tempat konservasi penyu selain menambah ilmu pengetahuan disitu juga kita bisa sadar bahwa penyu itu sangat penting bagi kita dan kita harus melindungi mereka :D salah satu tempat konservasi penyu yaitu di gili trawangan, kebetulan waktu itu saya jalan-jalan bersama keluarga kesana dan ternyata sangat berkesan hehehe…. Jadi tempat konservasi juga dapat dijadikan tempat rekreyasi dan khususnya bisa jadi tempat belajar anak-anak maupun dewasa.


Penulis bernama lengkap Aris Sando Hamzah, S.Pi lahir di Ambon pada tahun 1994. Saat ini penulis berdomisili di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Indonesia.

No comments:

Post a Comment

komputer

[komputer][bigposts]

Ispiratif

[inspirasi][bsummary]

IT

[IT][twocolumns]