Mengenal Abalon, Siput Bermata Tujuh


Abalon merupakan salah satu organisme invertebrata yang bernilai ekonomis tinggi seperti halnya organisme invertebrata lainnya yaitu kerang mutiara, lobster, rajungan dan siput mata bulan. Nama abalon berasal dari bahasa Spanyol (Abul√≥n) yaitu salah satu spesies kerang-kerangan (moluska) dari famili Haliotidae dan genus Haliotis.

Di Indonesia sendiri, abalon dikenal dengan nama siput mata tujuh atau siput balik batu. Secara morfologi, abalon memiliki ciri-ciri yang sangat khas yaitu berbentuk seperti daun telinga, memiliki pusat cangkang berbentuk seperti lingkaran yang berukuran kecil dan terletak di bagian posterior. Abalon dapat tumbuh dengan ukuran panjang cangkang mencapai 20cm dan berat total 1 kg (untuk panjang dan bobot maksimum).

Terdapat beberapa jenis abalon antara lain Haliotis asinina, Haliotis squamata, Haliotis rubra, Haliotis ovina, Haliotis volcanius, Haliotis varia, Haliotis dissona, Haliotis planate, Haliotis glabra, Haliotis dohraniana, dan Haliotis crebrisculpta. Namun yang paling digemari yaitu jenis H. asinina dan H. squamata.
Abalon
Seperti namanya, abalon atau siput mata tujuh memiliki tujuh lubang dibagian tepi cangkangnya, dan lubang tersebut berfungsi sebagai lubang respirasi atau pernafasan. Abalon melakukan respirasi dengan cara menghisap air melalui lubang tersebut, kemudian air masuk melalui bukaan cangkang bagian arterior dan akhirnya masuk ke dalam insang. Insang bekerja mengambil oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Selanjutnya air tersebut akan dikeluarkan kembali melalui lubang respirasi.

Pada umumnya, abalon hidup secara berkelompok dengan membentuk koloni. Pada siang hari, ia hidup bersembunyi di bawah batu karang maupun rumput laut dan pada malam hari, ia aktif mencari makan. Abalon tergolong hewan herbivora yaitu organisme pemakan tumbuhan dan memakannya dengan cara grazing (merumput) seperti kerabatnya siput mata bulan. Di alam, abalon sangat menyukai alga dan bentik diatom serta bersifat low trophic yaitu pada stadia larva memakan bentik diatom dan setelah mencapai stadia dewasa, ia dapat memakan rumput laut jenis Gracillaria sp., Ulva, Ecklonia, Laminaria, Macrocystis, Undaria dan Sargasum.

Abalon memiliki daging yang sangat nikmat sehingga menjadi salah satu makanan istimewa di beberapa negara seperti Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea). Dilansir dari Grid Id, daging abalon memiliki beberapa manfaat antara lain dapat mencegah rematik, menurunkan aktivitas sel kanker, menurunkan kolesterol darah, serta mencegah resiko sakit jantung. Selain itu, abalon juga dapat menyembuhkan sakit asma dan mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Karena berbagai macam khasiat tersebut, sehingga abalon memiliki harga jual mencapai Rp 337 ribu per kilogram (CNN Indonesia).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama